Selasa, 31 Juli 2018

Pesona lekuk

Dalam pesona garis lekuk
Semua yang ada diangan mengukir tanpa cacat
Mengukir indah tanpa pernah terbantah
Garis lekuk itu memerankan tokohnya
Saat sedih ia bergerak masam
Saat senang ia bergerak riang

Pesona garis lekukmu
Menggores pula diingatanku
Semua yang tergambar di bayang
Menoreh indah pundi-pundi kenangan

Pesona garis itu enggan pergi
Ia mengukir hingga sudut hati.

Senin, 09 Oktober 2017

Kertas merah jambu

Kertas merah jambu
Dihiasi warna warni dikala rindu
Dihiasi mendung kelabu Karena dirimu
Kertas merah jambu
Terisi penuh celotehan cerita.
Terisi suka
Terisi Cita
Terisi Cinta
Penuh sekali,sesak!

Kertas merah jambu
Tentang kamu.
Kertas merah jambu
Tentang Rindu.
Kertas merah jambu.

Senin, 14 November 2016

Malang

Malang jika aku kenang
Tarian kaku..
Bergerak ia..
Namun tak membentuk segaris pun..
Ia kaku..
Tapi tak membentuk garis..
Rasaku malang..
Malang kian..
Di hempas memburu..
Di kejar ia sembunyi..

Malang ia..
Sulit aku cari maknanya..

Lalu di ujung saat tarian berhenti..
Ia membalik tersenyum..

Malanglah rasaku..
Tarianku kaku..
Tak tergores..
Tak membentuk garis..
Tak pula menjawab sebuah tanya

Malang..

By Iin yulianti

Selasa, 01 November 2016

Randu atau Rindu

Di pojok rumah
Duduk sepasang Rasa
Ini di tanah kelahiran..
Menatap kosong kepada Pohon 'Randu'
Lama..
Lama sekali..
Lalu ia berbuah jadi RINDU..
Masam masam dikecap..
Manis manis dipejam.

Itu 'Randu'..
atau RINDU.

Hemm..
Si sepasang rasa enggan menebak..
Mereka membiarkan..
Randu lebat berbuah Rindu.

By : Iin yulianti

Jumat, 09 September 2016

Ingin kusampaikan

Ingin ku sampaikan
"Apa kabar"
Saat alfabet namamu menari di pelupuk bayang..

Ingin ku sampaikan..
"Apa kabarmu"
Saat aku tak mampu membolak balikan semua kenangan..

Ingin ku sampaikan..
Walau sederet huruf huruf..
Yang tertata rapi..
Tapi sulit terucap..

Apa kabarmu..
Bukan ingin ku pinta..
Untuk menceritakan 'cerita pendek lalu'..

Aku hanya ingin sampaikan..
Apa kabarmu

By : iin

Sabtu, 23 Juli 2016

Tempat pensil kayu tua yang merapuh

Tempat pensil itu..
Aku Miliki era 1990an saat aku gembira memasuki Tempat dimana akan menghabiskan masa Menengal banyak orang.
Dia terbuat kayu dari sederhana.
Yang mudah sekali rusak.
Seusiaku dulu itu adalah barang paling wah yang aku punya, tentu saja hadiah ketika Ayah pulang menjadi kuli di perantauan.
Aku memasuki SD dan barang itulah yang paling aku banggakan ketika ku bawa hari pertama lonceng sekolah dibunyikan.
Ketika yang lain membawa seperangkat seragam baru dengan lipatan setrika kupu kupu rapi.
Yang lainnya dengan sepatu yang jika di bawa berlari ia akan menyala.
Dengan gagah berani ku tenteng tas lusuh bekas kakaku yang sudah memasuki SMP.
Dia menghibahkan tas lusuhnya padaku,dan tentu saja aku sangat bahagia.
Sepatu yang sudah di jait rapi semalaman oleh ibu, dia berkata sebelum aku tidur "le..sekolah yang rajin biar nanti ga usah jait jait sepatu lagi...tapi membuat sepatu yang akan di pakai banyak orang"
Sambil tersenyum lebar aku pun tidur tak sabar esok akan datang.
Dan sepatu jahitan ibu aku pakai dari rumah..aku bungkus tas kresek warna hitam,karena jalannan tanah akan membuat makin lusuh sepatu jahitan ibu.
dan seragam ku itu dari Paman kodir,tetangga sebelah yang masih menyimpan Seragam SD milik anaknnya yang kini di bawa mantan istrinya.
Lumayan Masih seperti baru.

Ku hentikan langkahku aku masuk kelas.
Yang ku ambil pertama.
Adalah tempat pensil kayu.

---------------
Tempat pensil kayu itu sudah menua,tetika 25 tahun masih ku simpan di loteng rumah.
Iya aku hapal terakhir aku simpan ketika sebelum aku memutuskan sekolah di kota ikut Pak lik ku.
Aku berjanji akan menyimpan dan akanku pajang sebagai barang mewah seperti dulu.
Dia tergeletak lemah di pojok loteng.
Aku menatapnya tajam.
Ku amati, ah..rasanya masih sama seperti dulu cuma sedikit pudar dan mungkin tak bisa di buka lagi.

Iya tempat pensil itu..
Tak layakya kaset yang menyimpan banyak kenangan.
Bagaimana saat aku bersedih tak bisa membeli buku baru yang rusak kena hujan.
Bahagia saat kenaikan kelas dan mendapat peringkat 1 dan ibu sambil tersenyum menceritakan semua pada tetangga bahwa aku anak kebanggaanya.
Memori tempat pensil itu.
Ah sungguh rindu yang menyesakan.

Saat ini berdiri..
Aku memutuskan ke rumah ini setelah ayah dan ibu ku ajak ke kota bersamaku.
Tapi rumah itu masih sama seperti dulu.
Sederhana dan sedikit tak teratur.
Aku rindu akan masa kecilku yang penuh canda dan mimpi.
Yah hidup memang selalu berputar.
Dan akan selalu aku nikmati alurnya.
Setelah aku pikirkan matang.
Aku berniat akan ku jadikan pantai asuhan.
Agar anak seusiaku dulu tidak cuma memmakai baju lusuh saat sekolah dan hanya bangga pada tempat pensilnya.

Biarkan kenangan itu aku simpan rapi di dalam peti kerinduan.

Dan tempat pensil tua kebangganku.
Meski telah jadi tempat pensil kayu tua yang lusuh.
Dia akan jadi kebangganku.

By : iin yulianti

Fiktif atau bukan kisah nyata.

Kutaklukan rinduku

Aku bukan merindukan kamu..
Aku hanya ingat kita pernah punya cerita..
Dan cerita dulu lah yang selalu aku rindukan.

Tapi..
Akan ku taklukan rindu terdalam ini..
Dan bergerak sejengkal menjauh..

Karena..
Membirakan rindu itu ada...
Atau menaklukannya..
itu sama sama menyakitkan.

By : kayumaniiz.blogspot.com