Senin, 14 November 2016

Malang

Malang jika aku kenang
Tarian kaku..
Bergerak ia..
Namun tak membentuk segaris pun..
Ia kaku..
Tapi tak membentuk garis..
Rasaku malang..
Malang kian..
Di hempas memburu..
Di kejar ia sembunyi..

Malang ia..
Sulit aku cari maknanya..

Lalu di ujung saat tarian berhenti..
Ia membalik tersenyum..

Malanglah rasaku..
Tarianku kaku..
Tak tergores..
Tak membentuk garis..
Tak pula menjawab sebuah tanya

Malang..

By Iin yulianti

Selasa, 01 November 2016

Randu atau Rindu

Di pojok rumah
Duduk sepasang Rasa
Ini di tanah kelahiran..
Menatap kosong kepada Pohon 'Randu'
Lama..
Lama sekali..
Lalu ia berbuah jadi RINDU..
Masam masam dikecap..
Manis manis dipejam.

Itu 'Randu'..
atau RINDU.

Hemm..
Si sepasang rasa enggan menebak..
Mereka membiarkan..
Randu lebat berbuah Rindu.

By : Iin yulianti

Jumat, 09 September 2016

Ingin kusampaikan

Ingin ku sampaikan
"Apa kabar"
Saat alfabet namamu menari di pelupuk bayang..

Ingin ku sampaikan..
"Apa kabarmu"
Saat aku tak mampu membolak balikan semua kenangan..

Ingin ku sampaikan..
Walau sederet huruf huruf..
Yang tertata rapi..
Tapi sulit terucap..

Apa kabarmu..
Bukan ingin ku pinta..
Untuk menceritakan 'cerita pendek lalu'..

Aku hanya ingin sampaikan..
Apa kabarmu

By : iin

Sabtu, 23 Juli 2016

Tempat pensil kayu tua yang merapuh

Tempat pensil itu..
Aku Miliki era 1990an saat aku gembira memasuki Tempat dimana akan menghabiskan masa Menengal banyak orang.
Dia terbuat kayu dari sederhana.
Yang mudah sekali rusak.
Seusiaku dulu itu adalah barang paling wah yang aku punya, tentu saja hadiah ketika Ayah pulang menjadi kuli di perantauan.
Aku memasuki SD dan barang itulah yang paling aku banggakan ketika ku bawa hari pertama lonceng sekolah dibunyikan.
Ketika yang lain membawa seperangkat seragam baru dengan lipatan setrika kupu kupu rapi.
Yang lainnya dengan sepatu yang jika di bawa berlari ia akan menyala.
Dengan gagah berani ku tenteng tas lusuh bekas kakaku yang sudah memasuki SMP.
Dia menghibahkan tas lusuhnya padaku,dan tentu saja aku sangat bahagia.
Sepatu yang sudah di jait rapi semalaman oleh ibu, dia berkata sebelum aku tidur "le..sekolah yang rajin biar nanti ga usah jait jait sepatu lagi...tapi membuat sepatu yang akan di pakai banyak orang"
Sambil tersenyum lebar aku pun tidur tak sabar esok akan datang.
Dan sepatu jahitan ibu aku pakai dari rumah..aku bungkus tas kresek warna hitam,karena jalannan tanah akan membuat makin lusuh sepatu jahitan ibu.
dan seragam ku itu dari Paman kodir,tetangga sebelah yang masih menyimpan Seragam SD milik anaknnya yang kini di bawa mantan istrinya.
Lumayan Masih seperti baru.

Ku hentikan langkahku aku masuk kelas.
Yang ku ambil pertama.
Adalah tempat pensil kayu.

---------------
Tempat pensil kayu itu sudah menua,tetika 25 tahun masih ku simpan di loteng rumah.
Iya aku hapal terakhir aku simpan ketika sebelum aku memutuskan sekolah di kota ikut Pak lik ku.
Aku berjanji akan menyimpan dan akanku pajang sebagai barang mewah seperti dulu.
Dia tergeletak lemah di pojok loteng.
Aku menatapnya tajam.
Ku amati, ah..rasanya masih sama seperti dulu cuma sedikit pudar dan mungkin tak bisa di buka lagi.

Iya tempat pensil itu..
Tak layakya kaset yang menyimpan banyak kenangan.
Bagaimana saat aku bersedih tak bisa membeli buku baru yang rusak kena hujan.
Bahagia saat kenaikan kelas dan mendapat peringkat 1 dan ibu sambil tersenyum menceritakan semua pada tetangga bahwa aku anak kebanggaanya.
Memori tempat pensil itu.
Ah sungguh rindu yang menyesakan.

Saat ini berdiri..
Aku memutuskan ke rumah ini setelah ayah dan ibu ku ajak ke kota bersamaku.
Tapi rumah itu masih sama seperti dulu.
Sederhana dan sedikit tak teratur.
Aku rindu akan masa kecilku yang penuh canda dan mimpi.
Yah hidup memang selalu berputar.
Dan akan selalu aku nikmati alurnya.
Setelah aku pikirkan matang.
Aku berniat akan ku jadikan pantai asuhan.
Agar anak seusiaku dulu tidak cuma memmakai baju lusuh saat sekolah dan hanya bangga pada tempat pensilnya.

Biarkan kenangan itu aku simpan rapi di dalam peti kerinduan.

Dan tempat pensil tua kebangganku.
Meski telah jadi tempat pensil kayu tua yang lusuh.
Dia akan jadi kebangganku.

By : iin yulianti

Fiktif atau bukan kisah nyata.

Kutaklukan rinduku

Aku bukan merindukan kamu..
Aku hanya ingat kita pernah punya cerita..
Dan cerita dulu lah yang selalu aku rindukan.

Tapi..
Akan ku taklukan rindu terdalam ini..
Dan bergerak sejengkal menjauh..

Karena..
Membirakan rindu itu ada...
Atau menaklukannya..
itu sama sama menyakitkan.

By : kayumaniiz.blogspot.com

Ku beranikan diri

Aku tak pernah membatasimu hadir..
Bahkan ketika matahari sudah lelah...
Atau aku tak pernah menghindarimu ada...
Saat matahari dengan hangat hadir di setiap pagi..

Tapi ku beranikan diri..
Untuk menepis kamu lama lama
Menggantungkan lonceng dering merdu

Dia terganggu..
Aku terusik..
Dan orang lain riuk rendah mencacimu.

By : iin antie

Rabu, 06 Juli 2016

Jangan simpan buku lama itu

Jangan simpan buku lama itu
Jangan buka lagi
Meski kau buka perlahan
Jangan lirik lagi
Meski kau lirik sepintas

Jangan..
Jangan pandang dalam ceritanya
Kau pandang sedikit
Sakitnya pasti melilit

Sudah ku pinta lama
Jauh sebelum buku itu usang
Jangan kau buka buku lama itu
Yang sudah ku pendam dalam dalam

By : iin_antie

Senin, 20 Juni 2016

RINDU

Rinduku tersapu sendu.
Saat tak banyak yang ku ingat..
Sekedar namamu saja.
Jika ku urai,
Sebait pun tidak..
Tapi taukah kamu..
Itu Rindu,
Dan menyakitkan!

.....
Sesak sekali.
Penuh seperti menjeratku!
Rindu tersapu angin Fajar..
Terasa sejuk detik pertama..
Lalu dingin!
Beku aku merasakannya.

Lalu pergi begitu saja..
Meninggalkan kebekuan.

By : iin_antie

Sabtu, 18 Juni 2016

Cinta diujung Senja

.....
Kusipitkan mataku..silau!
Ku geserkan posisiku...dan aku tersentak kaget.
Arghh..Aku ketiduran di tempat favoritku,Perpustakaan!
Selalu saja ada kegiatan atau peristiwa yang tidak ada di list harian yang susah payah aku susun setiap akan pergi.

Aku menoleh kanan kiri berharap tidak ada petugas yang tau q ketiduran.
Pyiuuffhh..sambil senyum aku sedikit lega.
Aman..jam jam perpustakaan masih sepi.
Tapi ada Sosok pria Duduk tak jauh di belakangku.
Aku penasaran..semoga makhluk dari belahan bumi mana yang aku tak kenal.
Ku longokan leherku 30 derajat mungkin,anggap saja benar.
Hah!
Aku terbelalak kedua kalinya sepagi ini.
Dia adalah sosok yang selalu jadi pemeran utama di Buku Diary ku ..oh Riana..malangnya engkau.
Dia tokoh terbaik dalam cerita ku..
Ceritaku sendiri.
Dengan perasaan tak karuan..semoga dia sibuk dengan dunianya dan tak Tahu aku tidur di tempat ini.

Lalu aku mulai beranjak pergi, mengendap-endap.
Dan ketika aku berada tak jauh dari pintu tengah Perpustakaan yang letaknya beberapa meter dari dirinya.
" mau minum?" Ia menyodorkan sebotol air mineral.
Seketika aku ragu melanjutkan langkahku dan menoleh.
" bangun tidur kan baiknya minum" lanjutnya..
Serasa mukaku udang rebus.
Dan ingin aku lari jauh mengalahkan kecepatan cahaya.
" tidak..aku buru buru buat kamu saja" entah kalimat dari mana,tapi hanya itu yang mampu keluar dari mulutku.
" Lain kali jangan terlalu pagi ke sini..tidurlah yang cukup di tempatnya" Melirikku.
"Oh iya..aku duluan ya" pergi satu langkah.
"Riana..sepertinya buku yang kau pegang adalah buku favoritku..baca sampai selesai ya itu bagus" lalu dia yang ngeloyor pergi duluan.
Huh menjengkelkan..tapi aku suka.
Aku baru ingat buku yang aku jadikan objek menutup mukaku ketika tidur masih aku pegan di tangan kananku.
'BUKU FAVORIT?benarkah?'..
Ku lanjutkan ke Petugas berniat memminjam buku itu yang berjudul "Kejora".

~~~ bersambung~~~

By : Iin yulianti